K-Pop

Super M Jadi ‘The Next BTS’? Kayaknya Belum Dalam Waktu Dekat Deh!

0
Super M di Ellen DeGeneres Show
Super M di Ellen DeGeneres Show

Aegyo.id – Hari ini, 10 Oktober 2019 menandakan tepat satu minggu boy group terbaru SM Entertainment Super M debut. Tujuh hari yang lalu, mereka resmi merilis single pertama mereka yang berjudul Jopping.

Sejak proyek ini pertama kali diumumkan pada bulan Agustus kemarin, ada ekspektasi besar pada proyek yang dipimpin oleh Lee Soo Man sendiri. Maklum, proyek ini merekrut member-member terbaik dari boygroup milik SM Entertainment, yaitu: Baekhyun (EXO), Taemin (SHINee), Kai (EXO), Taeyong (NCT), Ten (NCT), Lucas (NCT) dan Mark (NCT).

Saking besarnya skala proyek ini, banyak pengamat dan juga netizen Korea menyebut bahwa proyek Super M adalah upaya untuk meruntuhkan dominasi BTS Sebagai boygroup terbaik dalam dua-tiga tahun terakhir.

Salah satu indikasi Super M dihadirkan sebagai ‘lawan’ dari BTS setelah Lee Soo Man mengatakan bahwa mereka akan mencoba fokus ke pasar luar Korea Selatan untuk proyek ini. Kesan ini juga semakin terlihat setelah MV ini rilis, di mana SM Entertainment tidak sungkan mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk menciptakan MV sekelas level film Hollywood.

Namun setelah satu minggu berjalan, Mimin melihat bahwa proyek Super M ini cukup menjanjikan. Namun rasa-rasanya untuk menyamai level BTS, kayaknya masih agak lama deh. Mengapa demikian? Simak ulasan mimin di bawah ini.

MV Views Tidak Bombastis

Super M -Jopping
Source Image: Super M – Jopping MV

Salah satu indikator mengapa mimin berani bilang mengapa Super M masih butuh waktu lama untuk menyamai BTS terlihat dari jumlah view MV ‘Jopping’.

Dalam 24 jam pertama, ‘Jopping’ berhasil mengumpulkan 8,8 juta views. Jumlah ini tergolong cukup besar untuk ukuran debut group baru.

Namun angka ini tergolong cukup kecil jika dibandingkan dengan single terbaru BTS, ‘Boy’s With Luv’ yang berhasil mengumpulkan 74,6 juta views dalam 24 jam. Jangankan dibandingkan dengan BTS, dibandingkan dengan EXO saja, angka ini masih kalah, karena Single ‘Tempo’ berhasil mencatatkan 17 juta views dalam 24 jam.

Setelah satu minggu berlalu, antusiasme terhadap ‘Jopping’ tidak melesat dengan tinggi. Setelah satu minggu, MV ini baru ditonton sekitar 24 juta views, sehingga popularitas mereka belum terlalu meledak jika melihat jumlah views ini.

Sulit Menembus Chart International

Super M
Source Image: twitter.com/superm

Super M memang membidik pasar di luar Korea Selatan, dengan pasar Amerika Serikat menjadi sasaran utama mereka. Namun kenyataannya, mereka belum diterima baik oleh masyarakat Amerika Serikat. Indikator yang mimin gunakan adalah chart iTunes US dan Billboard hot 100.

Untuk chart iTunes US, Album SuperM debut di peringkat 5, satu hari berselang mereka naik ke peringkat 4. Namun setelah hari kedua, posisi mereka terus merosot dan sekarang terdepak dari 10 besar. Sementara untuk single ‘Jopping’ tercatat debut di peringkat 49, sempat naik ke peringkat 47 satu hari berselang, sebelum posisi mereka terus turun hingga peringkat 65 di pekan pertama ini.

Sementara untuk Chart Billboard Hot 100, baik album maupun single Super M belum berhasil sekalipun menembus chart ini. Mereka tercatat hanya masuk di chart Billboard Social 50 (Chart Billboard yang menggunakan parameter Media Sosial sebagai penentu rangking mereka), di mana mereka sempat nangkring di posisi kedua sebelum terus menurun dari hari ke hari.

Sebagai perbandingan lain, untuk Chart Spotify Global, dalam satu minggu terakhir posisi mentok yang bisa ditembus oleh Jopping hanya berada di peringkat 139 saja. Jadi bisa disimpulkan bahwa publik masih belum begitu akrab dengan musik Super M.

Fans yang Belum Akur

Super M
Source Image: Super M Official Twitter

Salah satu alasan mengapa Debut Super M tidak se’Wah’ yang diperkirakan karena fanbase-fanbase member Super M belum akur.

Salah satu pertimbangan SM Entertainment mendebutkan Super M agar tiga fanbase besar Boygroup SM, EXO-L, NCTzen dan SHawool akan bersatu untuk mendukung kesuksesan debut ini. Namun nyatanya malah kebalikannya.

Dalam beberapa forum yang kami temui, ada banyak fanbase yang tidak sepakat dengan proyek Super M ini. Seperti yang sudah pernah kami bahas sebelumnya, para fans memiliki keresahan yang berbagai macam terkait debut grup ini. Salah satunya banyak yang merasa tidak ‘memiliki’ Super M karena bias mereka gak masuk di proyek ini.

Selain itu ada ego antar fanbase yang susah diredam. Salah satu (oknum) fanbase (mimin gak usah sebut ya) merasa fanbasenya lebih oke dari fanbase lain. sehingga ini menimbulkan situasi yang kurang nyaman bagi fanbase lainnya. Alhasil mimin menemukan beberapa fanbase yang memutuskan untuk memboikot Proyek Super M ini.

Keputusan untuk boikot memboikot ini menjadi alasan yang masuk akal mengapa debut Super M ini tidak segemerlap yang pertama kali dipikir. Jadi ya, kalau memang ingin proyek ini menyaingi BTS dan ARMY yang dikenal punya solidaritas yang tinggi, ketiga fanbase tersebut harus membuang ego mereka dan mendukung proyek ini.

You may also like

More in K-Pop

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *