Entertainment

Sidang Pertama Idol School : 3 Member Fromis_9 Debut ‘Ilegal’

0
Idol School

Aegyo.id – Sidang pertama kasus manipulasi voting program Idol School telah dijalankan. Terungkap, tiga member fromis_9 sekarang seharusnya tidak debut.

Idol School merupakan sebuah survival show milik Mnet. Tujuan dari survival show ini adalah mendebutkan girl group baru dari trainee-trainee yang berstatus independen alias tidak memiliki agensi.

Pada saat itu proyek Idol School bisa dikatakan tidak main-main karena mereka menggandeng beberapa tokoh top K-Pop seperti Kim Heechul (Super Junior), Bada (S.E.S), Jang Jin Young (Pelatih Vokal SM Entertainment) sebagai instruktur dalam survival show ini.

Acara ini tayang pada tahun 2017, di mana girl group dari survival show ini, Fromis_9 resmi debut pada tahun 2018 awal. Sejak saat itu segalanya berjalan dengan normal dan tanpa kendala. Namun itu semua berubah pada tahun 2019 kemarin.

Pada saat itu survival show Mnet lainnya, Produce X 101 diketahui terjadi manipulasi voting. Alhasil survival show Mnet lainnya juga diinvestigasi termasuk Idol School.

Persidangan pertama investigasi Idol School digelar hari ini, Senin (9/11). Berikut adalah hasil temuan persidangan pertama ini yang Aegyo rangkum dari laporan Koreaboo.

Tiga Member Tidak Seharusnya Debut

Fromis_9
Source Image: twitter.com/realfromis_9

Fakta pertama yang ditemukan dalam persidangan ini adalah dari sembilan member fromis_9, tiga diantaranya tidak seharusnya debut.

Mereka sebenarnya tidak masuk dalam line up final fromis_9 karena mereka sebenarnya kalah voting. Namun mereka bisa masuk sembilan besar berkat manipulasi voting.

Dari data persidangan tersebut, pihak Mnet menelan keuntungan yang diperkirakan sebesar 15 juta won atau sekitar Rp 189 juta rupiah.

Terpaksa Dilakukan

Fromis_9

Berdasarkan pengakuan salah satu staff yang bertugas di Idol School, mereka menyebut bahwa terpaksa untuk melakukan manipulasi voting.

“Memang benar bahwa kami salah telah mengumumkan rangking yang berbeda daripada yang seharusnya. Namun kami tidak memiliki kesalahan hukum,” ujar CP Kim yang mewakili Staff.

“Rating acara ini sangat rendah dan jumlah voting sms juga sangat kecil, jadi ada distorsi. Kami percaya bahwa program ini akan gagal sepenuhnya jika situasinya terus berlanjut.”

“Jadi kami meningkatkan rasio voting online. Kami mencoba meningkatkan rating demi keuntungan perusahaan, jadi kalian tidak bisa bilang bahwa kami merusak usaha perusahaan.” ujarnya.

You may also like

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *